Pemerintah Akan menyiapkan antisipasi untuk Dampak PTM

Pemerintah Akan menyiapkan antisipasi untuk Dampak PTM

Pemerintah Akan menyiapkan antisipasi untuk Dampak PTM – Pemerintah akan membuat sistem baru melacak setiap orang untuk mencegah tertular dari COVID-19. Lewat suatu  aplikasi bernama Proaktif Tracing, sistem pelacakan bakal terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

“Kemenkes bekerja sama dengan Kemenrdikbudristek-dikti dan juga Kementerian Agama akan membuat aplikasi Proaktif Tracing,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjri Effendy saat menyampaikan keterangan pers secara daring, Senin 1 November 2021.

Lantas bagaimana kerja aplikasi itu? Meski belum menjabarkan secara rinci, kata Muhadjir, aplikasi digunakan dalam waktu dekat untuk kegiatan pembelajaran tatap muka yang sudah diizinkan oleh pemerintah.

1. Muhadjir klaim kasus COVID-19 saat ini semakin turun
Pemerintah Akan Buat Aplikasi Tracing untuk Pembelajaran Tatap MukaMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan teknis bantuan sosial 2021

Muhadjir mengklaim kasus COVID-19 saat ini sudah menurun. Meski begitu, dia meminta masyarakat untuk tetap waspada pada lonjakan kasus virus corona. Maka dari itu, pemerintah juga akan mempercepat program vaksinasi.

“Kemudian yang kedua vaksinasi akan dipercepat dengan target Desember 2021 untuk dosis kedua di atas 60 persen. Kemudian protokol kesehatan tetap dijaga untuk mencegah penularan,” jelasnya.

2. Vaksinasi untuk anak-anak akan dilaksanakan setelah adanya izin
Pemerintah Akan Buat Aplikasi Tracing untuk Pembelajaran Tatap MukaSejumlah warga antre saat mengikuti vaksinasi massal COVID-19 di Aula Mapolres Kabupaten Serang, Banten, Senin (21/6/2021).

Selain itu, Muhadjir menyampaikan pelaksanaan vaksinasi untuk lansia tetap difokuskan. Sementara, vaksinasi untuk anak-anak akan dilaksanakan setelah adanya izin.

“Untuk vaksinasi terhadap anak-anak akan dilaksanakan setelah ada izin, dan diterapkan pada tahap awal di daerah yang sudah tinggi vaksinasi terhadap lansia,” ujar Muhadjir.

3. Sebanyak 131 kabupaten/kota alami kenaikan kasus COVID-19
Pemerintah Akan Buat Aplikasi Tracing untuk Pembelajaran Tatap MukaWarga beraktivitas di zona merah COVID-19 RT 006 RW 01, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2021).

Lalu, mantan Mendikbud ini menyebut sebanyak 131 kabupaten/kota mengalami tren kenaikan kasus COVID-19. Kendati begitu, Muhadjir mengklaim angka kasus COVID-19 nasional tetap alami penurunan.

“Angka nasional penularan terjadi penurunan, tetapi ada sekitar 131 kabupaten/kota yang mengalami tren naik, di samping ada beberapa kabupaten/kota juga mengalami penurunan,” kata Muhadjir.