Penduduk Miskin di Jakarta Bertambah Menjadi 500 Ribu Orang

Penduduk Miskin di Jakarta Bertambah Menjadi 500 Ribu Orang

Penduduk Miskin di Jakarta Bertambah Menjadi 500 Ribu Orang – Kemiskinan adalah keadaan saat ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dan lain-lain. Badan Pusat Statistik DKI Jakarta merilis data bahwa pada Maret 2021 jumlah penduduk miskin di Jakarta bertambah sebanyak 5,1 ribu menjadi 501,92 ribu orang atau meningkat menjadi 4,72 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Buyung Airlangga mengatakan meskipun mengalami peningkatan angka kemiskinan sebesar 0,03 persen hal ini lebih rendah dari kenaikan app idn poker periode lalu yang mencapai 0,16 persen poin. Secara umum, sejak Maret 2017 hingga sebelum pandemik, tingkat kemiskinan Jakarta sudah berada pada trend menurun. Kenaikan ini dipicu oleh pandemik COVID-19 yang mulai terjadi pada periode September 2019 hingga Maret 2020.

1. Daya beli masyarakat hingga saat ini belum pulih
BPS Sebut Ada 500 Ribu Orang Miskin di Jakarta Saat Ini 

Buyung juga menjelaskan bahwa daya beli masyarakat belum pulih, pada triwulan I 2021, Perekonomian Jakarta terkontraksi 1,65 persen, lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang hanya terkontraksi 2,14 persen.

“Inflasi Jakarta pada Maret 2021 sebesar 0,06 persen juga terbilang rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan juga inflasi Maret tahun lalu,” tulis Buyung dalam persentasinya.

2. Pengeluaran rumah tangga turun pada Maret 2021

Tren Belanja Kebutuhan Rumah Tangga Beralih ke E-Grocery. Bagaimana Nasib  Pasar Konvensional? - Womantalk
Selain itu, pengeluaran konsumsi rumah tangga Jakarta untuk makanan naik dari 24,9 persen pada 2019 menjadi 26,46 persen pada triwulan I 2021. Sedangkan daya beli untuk produk non makanan menyusut dari 75,09 persen menjadi 73,54 persen di periode yang sama.

Di tengah pandemik ini juga diketahui fakta bahwa rata-rata pengeluaran rumah tangga turun dari 2,32 juta pada September 2019 menjadi 2,15 juta pada Maret 2021.

3. Hingga Februari 2021 ada 119 ribu pengangguran di Jakarta
BPS Sebut Ada 500 Ribu Orang Miskin di Jakarta Saat Ini 

Buyung juga menjelaskan bahwa akibat pandemik, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2021 di Jakarta berada di angka 8,51 persen, lebih tinggi dari sebelum pandemik Februari 2020 yang sebesar 4,93 persen.

Dia menjabarkan bahwa pengangguran DKI Jakarta Februari 2021 sebanyak 119.824 orang, kemudian 31.381 orang menjadi bukan angkatan kerja karena COVID-19, 57.231 orang sementara tidak bekerja atau menganggur, dan 1.237.014 orang yang bekerja mengalami pengurangan jam kerja.

4. Ada 511 ribu orang di PHK pada Agustus 2020

PPKM Darurat Diperluas, Pemerintah Minta Pengusaha Tidak PHK Karyawan

Buyung mengatakan bahwa puncak PHK kata dia terjadi pada Agustus 2020, yakni ada 511 ribu orang yang diberhentikan dari pekerjaannya. Kemudian ada pemulihan saat pemerintah mulai melonggarkan kegiatan. Pada Februari 250 ribu orang kembali bekerja.

“Seiring dengan pelonggaran kemarin, kita juga bisa menyaksikan pada Februari tahun ini telah terjadi sedikit recovery terhadap penyerapan tenaga kerja,” kata dia.

Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori, yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan di bawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).