Penumpang MRT Jakarta Diwajibkan Membawa Dokumen Perjalanan

Penumpang MRT Jakarta Diwajibkan Membawa Dokumen Perjalanan

Penumpang MRT Jakarta Diwajibkan Membawa Dokumen Perjalanan – Ketika kondisi pandemi yang sudah semakin tidak terkendali akhirnya mengharuskan pemerintah untuk dengan sigap melakukan pembatasan, salah satunya adalah dengan melakukan pembatasan jumlah pergerakan orang dengan cara mengurangi karyawan yang harus bekerja secara langsung dari kantor.

Pengurangan dan pembatasan karyawan yang bekerja dari kantor tersebut juga tidak seratus persen dilakukan pada semua sektor pekerjaan. Sebagai contoh, perusahaan non essential yang berada di kawasan zona merah Covid-19 harus melakukan pembatasan karyawan yang melakukan work from office atau WFO hanya sebesar 25% saja dan hal ini perlu dilakukan secara bergiliran. Penumpang MRT Jakarta wajib membawa dokumen perjalanan, termasuk Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) mulai hari ini, Senin (12/7/2021).

Untuk mendukung penerapan Pemberlakuan app idn poker Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Plt Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo mengatakan, mulai Senin, 12 Juli hingga 20 Juli, perjalanan menggunakan MRT Jakarta hanya diperbolehkan bagi pelaku perkantoran sektor esensial dan kritikal.

1. Petugas di setiap stasiun MRT akan memeriksa kelengkapan dokumen penumpang
Mulai Hari Ini Penumpang MRT Jakarta Wajib Membawa STRP

Ahmad menjelaskan bahwa dokumen perjalanan yang wajib dibawa dan ditunjukkan antara lain STRP atau surat keterangan lainnya dari pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Selain itu, dokumen yang dapat diterima bisa berupa surat tugas yang berstempel/cap basah dan ditandatangani oleh pejabat minimal eselon II (untuk pemerintahan) atau pimpinan perusahaan (bagi sektor esensial dan kritikal).

“Nantinya, setiap petugas di tiap stasiun akan melakukan pemeriksaan dokumen tersebut sebagai persyaratan yang wajib dibawa oleh penumpang sebelum melakukan perjalanan,” kata Ahmad.

2. Kebijakan ini dalam rangka masa PPKM Darurat
Mulai Hari Ini Penumpang MRT Jakarta Wajib Membawa STRP

Ada pun pemberlakuan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Perhubungan No.50 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 42 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi COVID-19.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan mobilitas masyarakat untuk keluar-masuk Jakarta melalui transportasi publik dalam masa PPKM Darurat agar mampu mengurangi angka penyebaran virus COVID-19.

3. Penumpang KRL juga wajib bawa STRP
PSBB Transisi, Penumpang KRL Maksimal 74 Orang Tiap Gerbongnya

Selain PT MRT Jakarta, KAI Commuter selaku operator KRL juga mewajibkan penumpang membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) sebagai syarat bepergian mulai Senin,12 Juli 2021. Selain itu, pengguna juga diizinkan membawa Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat, atau Surat Tugas yang ditandatangani oleh pimpinan instansi (minimal eselon dua untuk pemerintahan) atau pimpinan perusahaan/kantor yang termasuk sektor esensial dan kritikal.

“KAI Commuter bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan aparat kewilayahan setempat untuk melakukan pemeriksaan seluruh calon pengguna KRL. Bagi yang tidak dapat menunjukkan surat tersebut dilarang untuk naik KRL,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, dalam keterangan tertulis, Jumat (9/7/2021).

Karyawan yang harus datang ke kantor dan mengikuti WFO harus menunjukkan sebuah Surat Tanda Registrasi Pekerja atau STRP supaya bisa mendapatkan izin untuk bisa melewati daerah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan Surat Tanda Registrasi Pekerja atau STRP itu?

STRP adalah sebuah surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh kantor kepada karyawan yang tercatat untuk bekerja dari perusahaan tersebut. STRP sendiri menjadi sebuah bukti yang harus dimiliki oleh karyawan bahwa dirinya memang betul bekerja di sebuah perusahaan dan harus datang ke kantor pada hari yang ditentukan. STRP juga menjadi perlu sebagai pelengkap dari surat keterangan HRD supaya Anda bisa hadir dan datang untuk bekerja di kantor.