Presiden Brasil Pecat Pejabat Kesehatan Sebab Diduga Korupsi

Presiden Brasil Pecat Pejabat Kesehatan Sebab Diduga Korupsi

Presiden Brasil Pecat Pejabat Kesehatan Sebab Diduga Korupsi – Jair Messias Bolsonaro (lahir 21 Maret 1955; umur 66 tahun) adalah mantan perwira militer dan politikus asal Brasil yang saat ini menjabat sebagai Presiden Brasil ke-38 sejak 1 Januari 2019. Presiden Brasil, Jair Bolsonaro dikabarkan telah memecat salah satu pejabatnya pada Rabu (30/6).

Bolsonaro lahir di Glicério, São Paulo. Ia lulus dari Akademi Militer Agulhas Negras pada tahun 1977 dan berdinas di grup artileri lapangan dan terjun payung Angkatan Darat Brasil. Pejabat tersebut diduga terlibat dalam korupsi pengadaan vaksin virus corona.

Brasil telah berusaha menjalin kerjasama pembelian vaksin virus corona dari Bharat Biotech, India. Dilansir dari link open card idn Namun dalam proses pembelian vaksin itu, salah satu pejabat di Kementrian Kesehatan diduga terlibat korupsi dengan cara meminta bayaran tiap dosis yang dibeli oleh Brasil.

1. Pejabat yang dipecat adalah Kepala Logistik Kementrian Kesehatan Brasil

Brasil telah menjadi salah satu negara dengan tingkat infeksi virus corona tertinggi di dunia. Menurut Worldometers, total infeksi virus corona di Brasil mencapai 18.559.164 kasus. Total korban yang meninggal dunia adalah 518.246 orang.

Melansir laman Reuters, Brasil telah berusaha mempercepat untuk mendapatkan vaksin virus corona dari India lewat kerjasama dengan Bharat Biotech. Namun dalam upaya tersebut, kepala logistik Kementrian Kesehatan yang bernama Roberto Ferreira Dias diduga meminta suap dari tiap dosis yang akan dibeli.

Pada hari Rabu (30/6), Dias kemudian secara resmi dipecat dari jabatannya oleh Presiden Bolsonaro. Bolsonaro yang melakukan perjalanan ke kota Ponta Pora di perbatasan Paraguay tidak mengomentari pemecatan tersebut tetapi berkomentar tentang upaya pemakzulan dirinya.

2. Kesepakatan pembelian vaksin virus corona ditangguhkan

Diduga Korupsi, Bolsonaro Pecat Pejabat Kesehatan

Upaya Brasil untuk bisa mendapatkan pasokan vaksin virus corona lewat kerjasama dengan Bharat Biotech, India, telah membuat Jair Bolsonaro pusing. Upaya kesepakatan pembelian vaksin itu diduga penuh dengan penyimpangan.

Melansir laman Al Jazeera, kesepakatan itu adalah Brasil ingin membeli 20 juta dosis suntikan vaksin dengan merek Covaxin buatan Bharat Biotech. Namun karena terdengar kabar skandal penyimpangan yang terjadi, kesepakatan pembelian tersebut terpaksa harus ditunda.

Publik Brasil kembali harus bersabar untuk bisa mendapatkan vaksin virus corona yang mereka inginkan.

Pada akhirnya, kepala logistik Kementrian Kesehatan yang bernama Roberto Ferreira Dias dipecat karena diduga meminta suap atas transaksi. Dikabarkan, ia meminta satu dolar tiap satu dosis vaksin yang dibeli dalam kesepakatan terpisah yang rencananya jumlah vaksin itu sebanyak 400 juta dosis.

Melansir laman Associated Press, Bharat Biotech membantah tuduhan melakukan kesalahan sehubungan dengan pasokan vaksin. Bolsonaro juga membantah melakukan kesalahan atau mengetahui korupsi, dan mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak tahu apa yang terjadi di dalam kementeriannya.

3. Seruan pemakzulan terhadap Jair Bolsonaro meningkat

Presiden Jair Bolsonaro telah dituduh telalu menyepelekan bahaya virus corona. Karena hal itu, kini tingkat kematian akibat virus di Brasil telah mencapai lebih dari setengah juta orang. Ketidakpuasan atas penanganan pandemik virus corona mulai membesar di Brasil. Mereka marah atas penanganan yang lamban dari pemerintah.

Melansir laman France24, pada hari Rabu (30/6), anggota parlemen oposisi di Brasil meluncurkan upaya untuk memakzulkan Presiden Jair Bolsonaro karena semakin banyak tuduhan korupsi dalam memperoleh vaksin virus corona untuk mengatasi pandemik.

Lusinan partai politik sayap kiri, serikat pekerja dan organisasi sipil, serta beberapa mantan sekutu menandatangani dokumen yang berisi tuduhan terhadap kelalaian Bolsonaro dan meminta agar presiden dicopot dari jabatannya.

Selama dua bulan, komisi senat melakukan penyelidikan atas penanganan pandemik oleh pemerintah. Para saksi dihadirkan untuk mencari informasi bagaimana pemerintah Brasil secara terang-terangan melanggar saran para ahli.