Presiden Erdogan Mengusir Para Dubes 10 Negara dari Turki

Presiden Erdogan Mengusir Para Dubes 10 Negara dari Turki

Presiden Erdogan Mengusir Para Dubes 10 Negara dari Turki – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan mengusir duta besar dari Amerika Serikat, Jerman, dan delapan negara barat lainnya.

Ancaman itu dilayangkan Erdogan pasca penahanan filantropis dan aktivis kelahiran Paris, Osman Kavala (64) mendapat kecaman. Dilansir AFP, Jumat (22/10/2021), sebelumnya 10 duta besar dari negara barat mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan penahanan Kavala yang berkelanjutan ‘membayangi’ Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk menyatakan 10 duta besar negara asing persona non-grata atau sudah tidak diterima. Salah satunya adalah dubes dari Amerika Serikat (AS).

1. Daftar dubes 10 negara yang diusir dari Turki

Erdogan Usir Dubes 10 Negara Asing dari Turki, Termasuk AS

Pengusiran terhadap 10 dubes merupakan keretakan diplomatik paling parah dengan pihak Barat selama 19 tahun Erdogan berkuasa. Apalagi, tujuh di antaranya mewakili pemerintahan negara-negara sekutu Turki di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Adapun daftar 10 dubes negara tersebut adalah Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, Finlandia, Selandia Baru, dan AS.

2. Kavala didakwa atas percobaan kudeta

Erdogan Usir Dubes 10 Negara Asing dari Turki, Termasuk AS

Disebutkan, upaya pengusiran 10 dubes tersebut terkait dengan Kavala. Pria tersebut telah empat tahun ditahan di penjara.

Ia didakwa mendanai serangkaian protes di seluruh negeri Turki pada 2013. Kavala juga dianggap terlibat dalam percobaan kudeta pada 2016.

Namun, Kavala membantah dakwaan-dakwaan tersebut dan ia tetap ditahan selama persidangan terhadapnya bergulir.

3. Pernyataan bersama 10 dubes mendesak pembebasan Kavala

Erdogan Usir Dubes 10 Negara Asing dari Turki, Termasuk AS

Sebanyak 10 dubes dari berbagai negara pun membuat pernyataan bersama terkait kasus Kavala pada 18 Oktober 2021. Mereka mendesak agar kasus Kavala segera diselesaikan secara adil dan segera dibebaskan.

Para dubes itu pun dipanggil Kemlu Turki. Pemerintah Turki menyebut pernyataan bersama para dubes sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.

“Mereka akan tahu dan mengerti Turki. Begitu mereka tidak tahu dan tidak mengerti Turki, mereka harus pergi,” kata Erdogan disambut sorakan massa di kota bagian barat laut, Eskisehir.

Kavala telah menghadapi serangkaian tuduhan terkait dengan protes anti-pemerintah 2013 dan kudeta militer yang gagal pada 2016. Dalam pernyataan mereka, AS, Jerman, Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, dan Swedia menyerukan ‘penyelesaian yang adil dan cepat untuk kasus (Kavala)’.

10 utusan itu telah dipanggil ke kementerian luar negeri Turki pada Selasa  waktu setempat. Erdogan terdengar sangat marah dalam percakapan dengan wartawan Turki di dalam penerbangan pulang dari tur Afrika.