Presiden Prancis Akan Kembalikan Duta Besar AS Minggu Depan

Presiden Prancis Akan Kembalikan Duta Besar AS Minggu Depan

Presiden Prancis Akan Kembalikan Duta Besar AS Minggu Depan – Prancis akan mengirim duta besarnya kembali ke Washington, Amerika Serikat (AS), minggu depan setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berbicara dengan Presiden AS, Joe Biden. Kedua kepala negara berbicara dalam telepon membahas perselisihan soal kontrak  pengembangan kapal selam Australia, Rabu 22 September 2021.

“Presiden Emmanuel Macron telah memutuskan bahwa duta besar Prancis akan kembali ke Washington minggu depan. Dia kemudian akan memulai pekerjaan intensif dengan pejabat senior AS,” kata kantor kepresidenan Prancis dan Gedung Putih dalam pernyataan bersama, dilansir dari Euronews, Kamis 23 September 2021.

Meskipun hubungan sudah terlihat membaik, namun Prancis dikabarkan masih akan membawa pembahasan Pakta AUKUS sebagai topik politik utama dalam Pertemuan KTT Uni Eropa bulan depan.

1. Sempat ditarik pulang pasca Pakta AUKUS
Prancis Siap Kembalikan Duta Besar ke AS Minggu Depan

Pakta keamanan AUKUS yang disepakati Australia, Inggris, dan Amerika Serikat pada 15 September silam ternyata memiliki efek negatif yang serius. Dikutip dari Euronews, menanggapi kesepakatan jalur belakang yang merugikan Prancis, Presiden Macron hari Jumat (17/09) menarik duta besarnya untuk AS dan Australia.

Penarikan tersebut dicap sebagai respon atas kerugian ekonomi dan menurunnya kepercayaan Prancis terhadap negara-negara tersebut. Menurut Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, ia merasa Prancis seperti “ditusuk dari belakang” oleh sekutunya sendiri.

Sebelumnya Australia sempat menyepakati kontrak pembelian armada kapal selam baru yang ditaksir senilai 90 miliar dollar AS atau setara dengan 1,2 kuadriliun rupiah. Namun kontrak itu secara sepihak dibatalkan pemerintah Australia setelah mendapat jaminan pembangunan dan teknologi kapal selam bertenaga nuklir dari Amerika Serikat.

2. Biden dan Macron dikabarkan akan bertemu di bulan Oktober

Perbicangan Macron-Biden melalui sambungan telepon setelah Pakta AUKUS dan penarikan Dubes Prancis memberikan sedikit udara segar. Berdasarkan pernyataan resmi dari Gedung Putih keduanya sepakat jika diperlukannya sebuah komunikasi yang jelas sehingga setiap pihak dapat saling mengerti.

Melansir Reuters, sebagai proses lanjutan dari perbincangan antar kedua pemimpin negara tersebut, Gedung Putih memastikan jika Presiden Macron dan Biden akan bertemu di Eropa pada bulan Oktober.

Belum diketahui pasti dalam rangka apa keduanya akan bertemu di bulan depan. Tetapi dapat dipastikan akan ada sebuah agenda khusus yang tengah dikejar Prancis maupun Amerika Serikat di tengah kontestasi geopolitik.

3. Masa depan persekutuan AS dan Prancis 
Prancis Siap Kembalikan Duta Besar ke AS Minggu Depan

Sebagai salah satu sekutu yang saling mempercayai satu sama lain, Prancis tampak tidak percaya ketika AS bergerak tanpanya dalam menciptakan koalisi AUKUS. Jika dilihat hitam di atas putih Prancis dan AS masih merupakan sekutu di bawah naungan Pakta Pertahanan NATO. Namun Paris diketahui sudah lama menginginkan pengaruhnya yang jauh lebih besar dan kompleks untuk kawasan Eropa.

Dilaporkan Euronews, Prancis bersama Jerman diketahui sebagai pelopor pemikiran dibentuknya Tentara Uni Eropa menggantikan peran NATO yang dinilai tidak relevan lagi. Nantinya Tentara Uni Eropa tersebut akan secara ekslusif dikontrol oleh negara-negara Eropa dan minim pengaruh ataupun intervensi dari sekutu terkuat mereka, yaitu Amerika.

Sampai-sampai adanya berita yang diterbitkan Daily Telegraph , Rabu (22/09) dimana Presiden Macron disebutkan akan memberikan kursi permanen Dewan Keamanan PBB milik Prancis secara percuma kepada Uni Eropa dengan satu syarat. Syarat itu bukan lain adalah Uni Eropa harus secara bulat menyetujui rencana pembentukan Tentara Uni Eropa.