Presiden Rumania Menunjuk Dacian Cioloș Sebagai PM Baru

Presiden Rumania Menunjuk Dacian Cioloș Sebagai PM Baru

Presiden Rumania Menunjuk Dacian Cioloș Sebagai PM Baru – Rumania adalah negara yang terletak di Eropa Tengah dan Tenggara, di bagian utara  Semenanjung Balkan dan berbatasan dengan Laut Hitam. Hampir seluruh  delta sungai Donau terletak di wilayah Rumania. Negara ini berbatasan dengan Hongaria dan Serbia di barat, Ukraina dan Republik Moldova di timur laut, dan Bulgaria di selatan.

Presiden Rumania Klaus Iohannis telah menunjuk Dacian Cioloș sebagai nominasi perdana menteri baru. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pembentukan pemerintahan lantaran khawatir terjebak dalam krisis politik usai dibubarkannya kabinet pemerintahan.

Tindakan ini dilakukan setelah lengsernya eks Perdana Menteri Florin Citu pada minggu lalu melalui upaya pemungutan suara mosi tidak percaya dalam parlemen. Bahkan, kabinet pemerintahan Citu hanya berjalan selama sembilan bulan lamanya.

1. Ditunjuk sebagai nominasi perdana menteri baru di Rumania
Rumania: Presiden Tunjuk Dacian Cioloș Jadi Calon PM Baru

Keputusan pemilihan Dacian Ciolos sebagai kandidat untuk pembentuk pemerintahan Rumania setelah diadakannya konsultasi dengan semua partai dalam parlemen. Pasalnya, pemerintahan selanjutnya ini begitu mendesak demi mengeluarkan negara itu dari krisis kesehatan akibat pandemik COVID-19.

Sementara itu, politisi dari Partai Save Romania Union (USR PLUS) itu mengaku terhormat atas nominasinya sebagai salah satu kandidat perdana menteri. “Tujuan saya adalah untuk mendorong Rumania lepas dari krisis dan oleh karena itu, kami membutuhkan tanggung jawab besar dari semua partai politik” ujar Cioloș.

Politisi berusia 52 tahun itu juga berkata bahwa ia membutuhkan dukungan dari mayoritas parlemen. Sementara ini, sudah ada dua partai politik yang menolak pencalonannya sebagai perdana menteri Rumania, dilansir dari RFE/RL.

2. Pencalonan Cioloș mendapat penolakan keras dari Partai PNL
Rumania: Presiden Tunjuk Dacian Cioloș Jadi Calon PM Baru

Sementara itu, penolakan keras datang dari Partai PNL yang merupakan partai dari PM sementara Florin Citu. Bahkan, seorang petinggi PNL mengungkapkan bila partainya tidak akan mendukung Cioloș. “Cioloș tidak memiliki kesempatan untuk lolos dalam pemungutan suara dari kami.”

Hal ini berkaitan dengan perseteruan antara USR PLUS dan PNL yang menyalahkan satu sama lain atas krisis politik di Rumania. Bahkan, Iohannis juga turut menyalahkan USR PLUS yang menjadi penyebab runtuhnya kabinet pemerintahan di negara Eropa Timur itu.

Pasalnya, pada USR PLUS telah meninggalkan kabinet pemerintahan setelah Citu mencopot Menteri Hukum Stelian Ion tanpa memberikan peringatan di awal. Atas hal itu, USR PLUS kerap menyebut pemerintahan Citu mengarah ke otoriterisme.

Setelah itu, USR PLUS dan beberapa partai oposisi lainnya terus menyerukan pengunduran diri Citu sebagai perdana menteri, hingga akhirnya berhasil lengser melalui mosi tidak percaya, dikutip dari laman Politico.

3. Disebut sebagai upaya mengeluarkan Cioloș dari pencalonan presiden tahun 2024

Dikutip dari RFE/RL, Dacian Ciolos sebelumnya menjabat sebagai presiden di kelompok Renew Europe dalam Parlemen Eropa. Ia juga pernah menjabat sebagai perdana menteri Rumania antara tahun 2015-2017 dan sebagai komisioner Eropa untuk pertanian dari 2010-2014.

Di sisi lain, seorang pengamat politik di Bukares bernama Anton Pisaroglu mengatakan bila nominasi ini sebagai apel beracun bagi pemimpin USR PLUS itu. Pasalnya, ia disebut sebagai kandidat potensial presiden di tahun 2024 untuk menggantikan Iohannis. “Ini terlihat sebagai rencana untuk membawa Cioloș keluar dari persaingan presidensial di tahun 2024 mendatang” kata Pisaroglu.

Sementara itu, pemerintahan selanjutnya ini memiliki tugas berat lantaran harus menangani pandemik COVID-19 yang kian memburuk di Rumania. Tak ketinggalan ada kenaikan harga energi dan reformasi untuk mendistribusikan dana pemulihan pandemik dari UE yang jumlahnya mencapai 30 miliar euro atau Rp492,9 triliun, dilaporkan dari laman Politico.

Sejarah mencatat bahwa bangsa Dacia, Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Bulgaria, Kerajaan Hongaria, dan Kesultanan Utsmaniyah pernah menguasai wilayah ini. Sebagai sebuah negara, Rumania terbentuk pada tahun 1859 dari penyatuan wilayah Moldavia dan Wallachia, dan memperoleh pengakuan internasional pada tahun 1878.

Pada tahun 1918, Transilvania, Bukovina dan Bessarabia menyatakan bergabung dengan Rumania. Pada akhir Perang Dunia II, Uni Soviet  menduduki sebagian wilayahnya (kira-kira meliputi seluruh wilayah Moldova modern) dan Rumania menjadi anggota Pakta Warsawa. Dengan runtuhnya Tirai Besi pada tahun 1989, Rumania memulai reformasi politik dan ekonomi.

Dalam menghadapi masalah ekonomi pasca-revolusi, negara ini menerapkan pajak rendah pada tahun 2005 dan bergabung dengan Uni Eropa pada 1 Januari 2007. Meskipun tingkat pendapatan Rumania termasuk salah satu yang terendah di Uni Eropa, reformasi telah meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Rumania kini termasuk negara yang memiliki pendapatan menengah ke atas.