Rizieq Shihab Merasa ada yang Menerornya Saat di SaudiArabia

Rizieq Shihab Merasa ada yang Menerornya Saat di SaudiArabia

Rizieq Shihab Merasa ada yang Menerornya Saat di SaudiArabia – Habib Rizieq Shihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam pada tanggal 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al-Umm, Tangerang. Front Pembela Islam adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Selain beberapa kelompok internal yang disebut sebagai Sayap Juang, FPI juga memiliki kelompok Laskar Pembela Islam.

Kelompok paramiliter yang dianggap kontroversial karena melakukan sweeping (razia), terutama di bulan Ramadan, terhadap kegiatan-kegiatan maksiat semisal prostitusi, perjudian, dan tempat hiburan malam, yang dianggap dapat mengganggu kekhidmatan ibadah puasa umat muslim dan kesucian bulan Ramadan.

Rizieq Shihab dan dan kuasa hukumnya membacakan pledoi atau nota keberatan dalam CS Live22 sidang kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung. Mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) ini mengungkapkan, setelah aksi 212 yang digelar pada 2 Desember 2016, muncul ancaman yang sistematis dan terkoordinir terhadap dirinya pribadi maupun mereka yang satu barisan dengannya.

1. Rizieq dan pendukung kritisi kebijakan publik

What is the Islamic Defender's Front or FPI?

Dugaan tersebut muncul karena aktivitas politik Rizieq Shihab dan pendukungnya yang sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Tentu dalam konteks politik yang mengarah pada rezim oligarki zalim, di mana suara-suara teredam diredam rupa, aktivitas Rizieq Shihab merupakan ancaman bagi perilaku koruptif penyelenggara negara yang memanfaatkan jabatan publiknya demi kepentingan pribadi dan kelompoknya,” katanya.

2. Rizieq mengklaim diteror saat ceramah
Rizieq Shihab Merasa Diteror Setelah Aksi 212 

Rizieq menceritakan pada 2017 ia dan keluarga mengalami teror fisik. Saat Rizieq Shihab memberikan ceramah dalam pengajian di daerah Cawang, Jakarta Timur, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah jalan, ternyata dari mobil yang terbakar hebat, dan berjalan mundur ke arah jema’ah.

“Ketika ditelusuri kembali ternyata satu mobil lagi yang di dalamnya terdapat dirigen penuh dengan bensin yang juga bergerak mundur kearah jema’ah namun tidak ikut terbakar. Sampai detik ini kasus itu tidak pernah diungkapkan oleh pihak penegak hukum,” ujarnya.

3. Merasa diintai saat tinggal di Arab Saudi
Rizieq Shihab Merasa Diteror Setelah Aksi 212 

Rizieq juga mengatakan ancaman masih ia rasakan saat tinggal di Saudi Arabia. Dia sering merasa diintai oleh orang berperawakan Indonesia yang tanpa izin memotret atau merekamnya.

“Yang paling memilukan adalah pada tanggal 6 Desember 2020, malam hari, Rizieq Shihab beserta keluarga berangkat ke Karawang, Jawa Barat. Status Rizieq Shihab ketika itu masih terpanggil sebagai saksi kasus tuduhan kerumunan Petamburan. Secara hukum pun, upaya penjemputan paksa belum bisa dilakukan, apalagi sebagai dinyatakan buronan atau DPO, akan tetapi penguntitat terus dirasakan,” katanya.

Menanggapi polemik pembubaran FPI, Rizieq pernah membuat pernyataan bahwa ia tidak berkeberatan jika FPI dibubarkan karena baginya organisasi hanya alat juang untuk mendapat ridho Allah. Ia mempersilahkan kalau FPI dibubarkan dengan syarat pelacuran di Indonesia harus dibubarkan juga.