Sebelas Orang Tewas dalam Penembakan Massal Rusia Kemarin

Sebelas Orang Tewas dalam Penembakan Massal Rusia Kemarin

Sebelas Orang Tewas dalam Penembakan Massal Rusia Kemarin – Penembakan atau menembak (Bahasa Inggris: shooting) adalah tindakan menembakkan suatu senapan atau  senjata proyektil lain seperti panah atau sling. Kata ini dapat merujuk pada praktik berburu hewan atau dapat juga digunakan untuk olahraga menembak.

Berbagai bentuk penembakan dapat menjadi suatu kegiatan yang menarik dan menyenangkan, tetapi keselamatan menjadi suatu hal yang sangat penting dan harus diperhatikan dalam menangani senjata yang digunakan. Pada hari Selasa (11/5), penembakan massal terjadi sebuah sekolah di Kazan, Rusia, sekitar 825 kilometer sebelah timur Moskow.

Sekolah yang menjadi sasaran adalah Sekolah Club388 Indonesia No. 175 dan akibat serangan itu, 11 orang dikabarkan meninggal dunia. Dari 11 orang yang menjadi korban aksi penyerangan, delapan di antaranya adalah siswa dan satu lainnya adalah guru. Polisi telah melakukan penggerebekan dan berhasil meringkus salah satu penyerang.

1. Selain korban yang meninggal, sedikitnya 32 orang terluka dan butuh perawatan

Kazan adalah ibukota Tatarstan yang sebagian besar penduduknya Muslim. Serangan yang menyasar sebuah sekolah termasuk jarang terjadi di Rusia. Jadi serangan penembakan massal yang terjadi di Sekolah No.175 Kazan itu sangat mengejutkan. Melansir dari laman mediaTass, sinyal tanda bahaya dari sekolah berbunyi pada pukul 09.25 waktu setempat.

Dan serangan penembakan massal tersebut dilakukan sekitar lima menit sebelumnya, yakni pada pukul 09.20. Sekolah yang diserang memiliki murid lebih dari 700 orang siswa, dengan 70 karyawan dan lebih dari 52 guru.

Beberapa video yang beredar di internet, banyak anak yang melompat dari jendela di lantai tiga gedung untuk menyelamatkan diri. Selain dari mereka yang tewas, sebanyak 32 orang terluka dan butuh perawatan intensif di rumah sakit. Polisi berhasil membekuk salah satu tersangka yang diperkirakan usianya masih belasan tahun.

2. Tersangka adalah alumni sekolah

Ketika tanda bahaya dari sekolah dibunyikan, pasukan khusus kepolisian segera menuju sekolah tersebut. Layanan darurat seperti mobil ambulans juga segera berdatangan dan terlihat parkir di luar sekolah. Awalnya dikabarkan bahwa tersangka penyerangan penembakan massal di Sekolah No. 175 ada dua orang.

Satu tersangka yang berusia belasan tahun berhasil ditangkap oleh polisi dan satu tersangka lagi tewas di lantai empat gedung sekolah setelah baku tembak dengan personel kepolisian. Melansir dari laman Moscow Times, tersangka yang ditangkap bernama Ilnaz Galyaviyev, alumni Sekolah No. 175 dan berusia 19 tahun. Menurut Departemen Dalam Negeri Rusia, tidak ada tersangka kedua dan hanya ada satu tersangka.

Departemen membantah pemberitaan sebelumnya yang mengatakan bahwa tersangka kedua ditembak oleh personel kepolisian. Meski begitu, kabar penembakan massal di sekolah Kazan ini masih terus berkembang dan sampai tulisan ini dibuat, belum ada catatan resmi dari pihak yang berwajib. Hiingga kini tidak kejelasan motif apa yang mendasari tersangka melaksanakan aksinya.

Namun menurut beberapa kesaksian, sebelum tersangka melancarkan aksinya, dia sudah mengumumkan akan menyerang sekolah tersebut lewat media sosial.

3. Sekolah-sekolah di Kazan akan diperketat keamanannya
Penembakan Massal di Rusia, 11 Orang Meninggal

Penembakan massal yang terjadi di Sekolah No. 175 Kazan itu telah mengejutkan banyak pihak. Melansir dari laman BBC, Presiden Tatarstan yang bernama Rustam Minnikhanov mengatakan kepada wartawan di luar sekolah bahwa peristiwa itu adalah bencana. “Teroris telah ditangkap.

Dia berusia 19 tahun. Dia adalah pemilik senjata api terdaftar,” katanya. Meski serangan atau penembakan massal di Rusia terhitung jarang terjadi, namun pemerintah Rusia langsung membuat kebijakan untuk meningkatkan sistem keamanan di sekolah-sekolah daerah Kazan.

Presiden Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada kerabat anak-anak yang meninggal di tangan penembak, dan berharap agar anak-anak sekolah yang menderita luka-luka dapat segera pulih. Presiden Putin juga memerintahkan untuk melakukan peninjauan aturan kepemilikan tentang jenis senjata yang dapat beredar di sipil dan yang dapat dimiliki oleh publik,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.