Seorang Hakim Ukraina Bernama Vitaly Pisanet Ditemukan Tewas

Seorang Hakim Ukraina Bernama Vitaly Pisanet Ditemukan Tewas

Seorang Hakim Ukraina Bernama Vitaly Pisanet Ditemukan TewasDi wilayah Kiev, salah satu hakim ibu kota ditemukan tewas. Tentang itu  menginformasikan kantor regional Polri pada hari Minggu, 12 September. Seorang hakim Ukraina bernama Vitaly Pisanets ditemukan tewas.

Pasalnya, Pisanets diketahui sebagai seorang hakim yang menangani kasus pembunuhan jurnalis Rusia, Pavel Sheremet pada tahun 2016 lalu.

Sementara itu, motif dan penyebab utama pembunuhan seorang hakim ini masih belum diketahui. Namun, Kejaksaan Ukraina juga sudah membuka penyelidikan terkait kasus tewasnya Pisanets.

1. Ditemukan tewas usai bertemu dengan rekannya

Namun kondisi ketiganya yang sedang mabuk, membuat kesalahpahaman antara Khomenko dan Pisanets tidak dapat terhindarkan. Akibatnya keduanya terlibat dalam perkelahian hebat, tetapi tak berselang lama hakim itu terpeleset dan jatuh ke lantai.

Setelah Pisanets mengalami luka akibat terjatuh. Kedua rekannya, Khomenko dan Onopenko langsung memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit. Akan tetapi, nyawa hakim itu sudah tidak dapat ditolong.

Sementara, penyebab kematian Pisanets masih akan ditentukan dari hasil pengujian sejumlah ahli. Penyidikan kasus ini juga sudah diserahkan kepada Badan Nasional Investigasi Ukraina.

2. Memutuskan untuk memperpanjang hukuman terduga pelaku pembunuhan Sheremet

Meninggalnya Pisanets ini di tengah keputusannya untuk memperpanjang penahanan bagi tiga orang terduga pelaku pembunuhan Sheremet di tahun 2016 silam. Ketiga terduga pelaku pembunuhan itu bernama Yulia Kuzmenko, Andrei Antonenko, dan Yana Dugar.

Ketiga terduga pelaku tersebut sudah ditangkap oleh investigator di Ukraina sejak Desember 2019. Sementara dua terduga lainnya bernama Duhar dan Kuzmenko akan ditransfer menjadi tahanan rumah.

Pada Desember 2020 lalu, Mendagri dan kepala Polisi Nasional menyebut jika tiga orang tersebut berupaya membuat ketidakstabilan politik dan situasi sosial di Ukraina dengan membunuh Sheremet.

Namun ketiganya menolak terlibat dalam aksi pembunuhan ataupun percobaan pembunuhan yang investigasinya sudah dimulai sejak satu tahun lalu. Meski begitu, investigasi Sheremet diketahui sempat beberapa kali terhenti akibat adanya ketidakkonsistenan dari aparat setempat.

Di sisi lain, berdasarkan laman Pengadilan Pechersk mengumumkan apabila semua pernyataan yang diungkapkan kepada Hakim Vitaliy Pisanets akan dihentikan sementara. Nantinya sejumlah kasus akan diserahkan kepada hakim-hakim lainnya, dilaporkan dari laman RFE/RL.

3. Sheremet diketahui kerap mengkritik Poroshenko, Putin dan Lukashenko

Pavel Sheremet merupakan seorang jurnalis terkenal asal Belarusia dan tewas setelah terkena ledakan bom mobil pada 20 Juli 2016. Namun lima tahun berselang usai tewasnya Sheremet, misteri meninggalnya jurnalis kawakan itu masih belum terpecahkan.

Dilansir dari RT, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan seharusnya organisasi kontraintelijen Badan Keamanan Ukraina (SBU) dapat ikut dalam menyelidiki kasus pembunuhan ini.

“Terdapat kemungkinan bahwa sejumlah individu memiliki hubungan dengan kontraintelijen pada masa kepemimpinan Poroshenko yang terlibat aksi pembunuhan. Saya tidak akan ikut campur dalam aktivitas badan penegak hukum dan pengadilan. Namun, saya tahu secara detil apa yang terjadi” kata Zelensky.

Sheremet merupakan jurnalis yang lahir di Soviet Belarusia dan dinaturalisasi menjadi warga negara Rusia. Ia dikenal begitu lama bekerja di dunia pertelevisian dan tulisannya yang dimuat dalam media online Ukraina bernama Ukrayinska Pravda.

Akan tetapi, pembunuhan kepada Sheremet terjadi di tengah dirinya menjadi seseorang pengkritik Presiden Ukraina saat itu Petro Poroshenko, beserta Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Menurut media massa , almarhum – Vitaliy Pisanets, hakim Pengadilan Negeri Pechersk kota Kiev. Sehari sebelumnya, dia mengunjungi temannya. Tubuh hakim tergeletak di lantai ruang tamu rumah, dan ada noda cokelat di pakaiannya. 

Pada saat yang sama, tidak ada luka di tubuh mayat. Hakim yang meninggal dikirim ke Brovary untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan penyebab kematian.

Sehari sebelumnya di kota Chernomorsk, wilayah Odessa, seorang pria tewas ditemukan di toilet departemen kepolisian. Penegak hukum berbicara tentang kematian alaminya. Pada saat yang sama, seorang warga Chornomorsk yang berusia 39 tahun berada di kantor polisi sebagai pemohon.