Serangan Bom Bunuh Diri di Sebuah Masjid Syiah Kota Kunduz

Serangan Bom Bunuh Diri di Sebuah Masjid Syiah Kota Kunduz

Serangan Bom Bunuh Diri di Sebuah Masjid Syiah Kota Kunduz – Bom bunuh diri menyerang masjid kota Kunduz Afghanistan menewaskan sekitar 100 orang di tengah shalat. Melansir Al Jazeera bom bunuh diri tersebut merupakan serangan bom bunuh terburuk di Afghansitan sejak Taliban berkuasa pada Agustus.

Rekaman video pada Jumat menunjukkan puluhan mayat terjebak di tengah reruntuhan Masjid Gozar-e-Sayed Abad, yang digunakan orang-orang dari minoritas komunitas Muslim Syiah. Serangan bom bunuh diri terhadap jemaah di sebuah masjid Syiah di kota Kunduz, Afghanistan, menewaskan sedikitnya 55 orang.

Ini menjadi serangan paling berdarah yang terjadi sejak pasukan Amerika Serikat (AS) meninggalkan negara itu. Menurut Channel News Asia, ada puluhan lainnya korban luka di antara komunitas minoritas itu dalam ledakan tersebut

1. Serangan dilakukan ISIS

Rusia Gagalkan Rencana Serangan ISIS, 4 Orang Ditangkap

Kelompok ekstremis Islamic State (ISIS) mengklaim melakukan serangan yang tampaknya dirancang untuk lebih mengacaukan Afghanistan setelah pengambilalihan Taliban tersebut.

ISIS yang adalah saingan berat Taliban, telah berulang kali menargetkan Syiah dalam upaya untuk membangkitkan kekerasan sektarian di Afghanistan yang mayoritasnya adalah Sunni.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di saluran Telegram, ISIS mengatakan bahwa seorang pembom bunuh diri ISIS telah meledakkan rompi peledak di tengah kerumunan jemaah Syiah yang berkumpul di dalam masjid.

Pernyataan itu menyebut pembom itu sebagai “Muhammad al-Uyguri”, menyiratkan bahwa ia adalah anggota minoritas Uighur. Kelompok ini adalah mayoritas Muslim di China.

2. Korban ledakan bom
Bom Bunuh Diri Guncang Masjid Syiah di Kunduz, 100 Jamaah Shalat Jumat Jadi  Korban - Serambinews.com

Sebuah sumber medis di Rumah Sakit Provinsi Kunduz mengatakan bahwa 35 orang tewas dan lebih dari 55 terluka telah dibawa ke sana, sementara Doctors Without Borders (MSF) mengatakan 20 orang tewas dan puluhan orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit.

Matiullah Rohani, direktur kebudayaan dan informasi di Kunduz untuk pemerintahan baru Taliban Afghanistan, membenarkan kepada AFP bahwa insiden mematikan itu adalah serangan bunuh diri, dan mengatakan 46 orang tewas dan 143 luka-luka.

Mulawi Dost Muhammad, kepala keamanan Taliban di Kunduz, menuduh para penyerang mencoba menimbulkan masalah antara Syiah dan Sunni, dan bersikeras tidak ada perselisihan antara gerakan tersebut dan minoritas.

“Kami meyakinkan saudara-saudara Syiah kami bahwa di masa depan, kami akan memberikan keamanan bagi mereka dan masalah seperti itu tidak akan terjadi pada mereka,” katanya.

3. Ledakan terjadi saat salat Jumat
Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah di Kunduz Afganistan, 46 Orang  Tewas, 140 Orang Terluka - Klik Anggaran

Penduduk Kunduz, ibu kota provinsi Kunduz, mengatakan kepada AFP bahwa ledakan itu menghantam masjid pada saat salat Jumat sedang dilangsungkan.

Seorang saksi, Rahmatullah, mengatakan 300 hingga 400 jemaah berada di dalam masjid.

Dari beberapa foto yang beredar di media sosial, yang belum diverifikasi kebenarannya, terlihat beberapa mayat berlumuran darah tergeletak di lantai. Foto-foto itu menunjukkan gumpalan asap membumbung ke udara di atas Kunduz.

Seorang guru perempuan di Kunduz mengatakan kepada AFP bahwa ledakan itu terjadi di dekat rumahnya, dan beberapa tetangganya tewas.

“Itu adalah insiden yang sangat mengerikan,” katanya. “Banyak tetangga kami terbunuh dan terluka. Seorang tetangga berusia 16 tahun terbunuh. Mereka tidak dapat menemukan setengah dari tubuhnya. Tetangga lain yang berusia 24 tahun juga terbunuh.”

4. Tanggapan PBB
Masjid Syiah di Afghanistan Dibom, 50 Orang Tewas Puluhan Lainnya Terluka,  Ulah ISIS? | Indozone.id

Serangan itu terjadi ketika Taliban berusaha untuk mengkonsolidasikan kekuatannya di negara itu. Menanggapi kekacauan ini, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengecam serangan ketiga yang terjadi terhadap sebuah lembaga keagamaan di Afghanistan dalam seminggu itu dan menyerukan agar para pelaku diadili. “(PBB) mengutuk dalam istilah terkuat serangan mengerikan hari ini,” kata juru bicara Sekjen PBB.

“Serangan yang dengan sengaja menargetkan warga sipil yang menjalankan hak untuk menjalankan agama mereka secara bebas adalah pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.” Saat ini angka pasti jumlah korban belum dapat terkonfirmasi dengan pasti. Sebuah badan PBB mengatakan bom bunuh diri menewaskan dan melukai lebih dari 100 orang.

“Informasi awal menunjukkan lebih dari 100 orang tewas dan terluka dalam ledakan bunuh diri di dalam masjid,” kata misi PBB untuk Afghanistan dalam sebuah tweet. Dost Mohammad Obaida, wakil ketua polisi untuk Provinsi Kunduz mengatakan bahwa setidaknya 100 orang tewas dan terluka dalam serangan bom bunuh diri di Masjid Gozar-e-Sayed Abad saat shalat Jumat.