Tiongkok Mengesahkan UU Perbatasannya dari Kritik India

Tiongkok Mengesahkan UU Perbatasannya dari Kritik India

Tiongkok Mengesahkan UU Perbatasannya dari Kritik India –  Indiamenyatakan keprihatinannya atas undang-undang perbatasan darat baru yang disahkan oleh China. India berharap Beijing tidak akan mengambil tindakan yang dapat “secara sepihak” mengubah situasi di wilayah perbatasan negara-negara tersebut.

Kongres Rakyat Nasional China mengesahkan undang-undang tersebut pada hari Sabtu di tengah kebuntuan militer yang berlarut-larut kedua negara dan memicu pengerahan puluhan ribu tentara di sepanjang perbatasan yang disengketakan di Himalaya.

Wang Wenbin memastikan jika posisi Tiongkok atas sengketa wilayah bersama negara mana pun tidak akan berubah dengan keluarnya UU Perbatasan tersebut. UU Perbatasan Tiongkok sendiri baru disahkan parlemen pada Minggu (24/10), di mana undang-undang itu menjamin kedaulatan penuh Beijing di setiap jengkal wilayah teritorialnya.

1. India minta China tidak mengambil keputusan sepihak
China Bela UU Perbatasannya dari Kritik India

Delhi terlihat resah dengan pengesahan UU Perbatasan yang baru saja disahkan tetangga raksasanya tersebut.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India Arindam Bagchi, Rabu (27/10) yang menyampaikan bahwa, “Keputusan sepihak Tiongkok yang melibatkan peraturan perundang-undangan menjadi kekhawatiran kami karena memiliki impilikasi atas kesepakatan bilateral kita (India-Tiongkok) terkait managemen perbatasan dan penentuan batas negara”.

Meskipun begitu, Bagchi berharap pemerintah Tiongkok tidak menggunakan undang-undangnya sebagai dalih klaim sepihak di seluruh wilayah sengketa, secara khusus dengan India, seperti yang dilansir dari VOA.

Bagchi tidak lupa juga menekankan kembali India dan Tiongkok sama-sama sudah sepakat penyelesaian sengketa perbatasan mereka harus secara “adil, masuk akal, dan resolusi yang bisa disepakati bersama”.

2. Beijing klaim respon India berlebihan
China Bela UU Perbatasannya dari Kritik India

Undang-Undang Perbatasan yang disahkan Tiongkok pada 24 Oktober 2021 kemarin rencananya mulai berlaku tepat 1 Januari 2022. Mendengar kekhawatiran India, Beijing meminta Delhi agar tidak mengeneralisir ataupun mengartikan sendiri maksud dari UU Perbatasannya.

Melansir The Global Times, menurut perwakilan perancang undang-undang Tiongkok semua pernyataan yang disampaikan India terlalu “berlebihan” dan “paranoid”. Di mana situasi ini dianggap Tiongkok berbahaya karena dapat memperlambat proses negosiasi kedua negara dalam penyelesaian sengketa.

Pemerintah Tiongkok mengungkapkan jika peraturan perundangan-undangnya tidak ditargetkan untuk mengancam kedaulatan siapa-siapa dan semua telah memenuhi hukum internasional yang berlaku.

3. Ancaman konfrontasi di Pegunungan Himalaya tetap berlanjut
China Bela UU Perbatasannya dari Kritik India

Satu tahun sebelumnya India dan Tiongkok kembali berada di ujung tanduk setelah keduanya saling serang di perbatasan wilayah sengketa. Walaupun tidak menggunakan senapan, namun puluhan prajurit dari masing-masing negara gugur.

Dilaporkan ABC, dikarenakan penyelesaian yang berlarut-larut konflik perbatasan India-Tiongkok sekarang sudah berlangsung sekitar 17 bulan pasca konfrontasi terakhir 2020 lalu. Ribuan prajurit dan alutsista berat terlihat terus memadati wilayah sengketa di sekitar Wilayah Ladakh dan Danau Pangong Tso yang berada di Pegunungan Himalaya.