Vaksin Masih Kita Gunakan Karena Mutasi Virus Belum Dominan

Vaksin Masih Kita Gunakan Karena Mutasi Virus Belum Dominan

Vaksin Masih Kita Gunakan Karena Mutasi Virus Belum Dominan – Mutasi virus adalah perubahan struktur dan sifat genetik virus. Proses ini dapat terjadi ketika virus sedang memperbanyak diri di dalam sel tubuh inangnya, baik manusia maupun hewan. Namun, apa yang menyebabkan virus bermutasi? Virus merupakan mikroorganisme yang berukuran sangat kecil, yaitu sekitar 16–30 nanometer.

Ukuran ini jauh lebih kecil daripada bakteri. Meski demikian, baik bakteri maupun virus, sama-sama dapat menyebabkan infeksi atau penyakit pada manusia. Kementerian Kesehatan telah mengumumkan masuknya varian baru virus COVID-19, yaitu B.117 asal Inggris, B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B.1617 ke Indonesia.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio  mengungkapkan kemunculan varian baru tidak banyak mempengaruhi efikasi vaksin. “Beberapa bulan lalu ada laporan penurunan efikasi tapi belum sampai di Club388 Indonesia bawah 50 persen, sesuai arahan WHO selama masih di atas 50 persen masih bisa dipakai,” ujarnya, Kamis (7/5/2021) malam.

1. Mutasi virus yang ada saat ini belum dominan

Studi di ITB Ungkap Sebaran Mutasi Virus Corona Covid-19 di Indonesia -  Tekno Tempo.co

Selain itu, lanjut Amin, pihaknya sampai saat ini tidak mengubah vaksin merah putih dikembangkan Eijkman. Sebab mutasi virus yang ada saat ini belum dominan.

“Sampai saat ini belum ada arahan pedoman untuk mengubah vaksin yang sudah kami kembangkan, jadi kita pakai yang sudah ada karena Indonesia belum dominan baru sedikit jadi kita pakai vaksin yang sudah ada, tapi kalau nanti mitasi virus makin banyak dan terbukti buat efikasi turun sampai 50 persen, akan kami pertimbangkan,” imbuhnya.

2. Sebanyak 1.220 WGS virus sudah masuk GISAID Data

Amin mengungkapkan sampai saat ini Eijkman telah melaporkan 1.220 whole genome sequences (WGS) virus corona (COVID-19) SARS-CoV-2 kepada Platform data virus influenza Internasional (GISAID) namun belum ditemukan varian baru selain tiga mutasi virus tersebut.

“Tapi belum ada lagi (mutasi virus baru) baru dua B.1617 sama B.1351 itu,” katanya.

3. Belum ada data pembandingan virus paling ganas
Eijkman: Mutasi Virus Belum Dominan, Vaksin Masih Bisa Dipakai  

Amin menambahkan dari tiga mutasi virus tersebut secara efikasi belum ada yang terbukti virus mana yang ganas baik tingkat penularan dan keparahan.

“Secara efikasi di lapangan belum didapatkan data mana yang terbukti lebih ganas, sejauh inu belum ada yang membandingkan satu virus dengan virus lainnya,” katanya.